What's Hot
latest
latest
randomposts3

Ilmu Sipil

Ilmu Sipil/block-2

Tutorial

Tutorial/block-2

Properti

Properti/block-1

Event

Struktur/block-8

Lowongan Kerja

Lowongan Kerja/block-9

Postingan Terbaru

10 Des 2018

14 Keuntungan Menggunakan Beton Pracetak (Precast)

keuntungan betok precast
Seperti yang kita ketahui bersama sekarang teknologi sudah berkembang pesat dan setiap inovasi pastinya akan memberikan dampak-dampak yang positif terhadap dunia konstruksi salah satunya adalah beton.

Beton yang merupakan bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen ini mengalami kemajuan di dalam pembuatannya. Saat ini dikenal dengan istilah Beton Pracetak (Precast) yaitu beton cetakan/ fabrikasi dengan kualitas dan mutu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan perencanaan.

Contoh produk beton pracetak (precast) diantaranya : U-ditch, plat injak, dinding panel beton, Box Girder, PC-U Girder, PC Girder, Spun Pile, tangga, gorong-gorong dll.

Sebagian besar proyek di Indonesia rata-rata menggunakan konstruksi beton, tepatnya 2 jenis beton yaitu beton precast/ pracetak dan beton incast atau cor ditempat. Lalu apa saja sih keuntungan menggunakan beton pracetak(preacast) ini? Yuk kita lihat 14 daftar keuntungan menggunakan beton pracetak (precast) berikut :

  1. Kecepatan dalam pelaksanaan pembangunannya.
  2. Dicapai tingkat fleksibilitas dalam proses perancangannya
  3. Pekerjaan di lokasi proyek lebih sederhana.
  4. Pihak yang bertanggung jawab lebih sedikit
  5. Mempunyai aspek yang positif terhadap schedule, terutama kemudahan di dalam melakukan pengawasan dan pengendalian biaya serta jadwal pekerjaan
  6. Jumlah pekerja kantor proyek lebih sedikit. Demikian juga tenaga lapangan yang dibutuhkan untuk setiap unit komponen yang lebih kecil karena pekerjaan dapat dilaksanakan secara seri
  7. Menggunakan tenaga buruh kasar sehingga upah relative lebih murah
  8. Waktu konstruksi yang relative lebih singkat karena pekerja lapangan hanya mengerjakan cast in place kemudian menggabungkan dengan komponen – komponen beton pracetak
  9. Aspek kualitas, dimana beton dengan mutu prima dapat lebih mudah dihasilkan di lingkungan pabrik
  10. Produksinya hampir tidak terpengaruh oleh cuaca
  11. Biaya yang dialokasikan untuk supervise relative lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh durasi proyek yang singkat.
  12. Kontinuitas proses konstruksi dapat terjaga sehingga perencanaan kegiatan lebih akurat.
  13. Mampu mereduksi biaya konstruksi
  14. Dapat dihasilkan bangunan dengan akurasi dimensi dan mutu yang lebih baik.

Gimana sobat sipil, pasti sudah familiar kan dengan betok pracetak ini? mudah, cepat dan kuat!


Gambar utama : blogs.voanews.com

3 Des 2018

Sebelum Masuk Jurusan Teknik! Simak 10 Serba-serbi Jadi Mahasiswa Teknik Ini

Awal-awal masuk kampus Teknik, ada salah satu teman yang juga kakak senior bilang kayak gini “seandainya ada yang milih jurusan Teknik Sipil, gue bakalan bilang, mending jangan deh kalau emang nggak niat-niat banget masuk jurusan ini!”, sontak jadi bertanya-tanya dong, emang ada apaan sih?

Well, setelah menjalani perkuliahan selama kurang lebih 4 tahun, akhirnya saya ngerti kenapa kakak senior dulu bilang kaya gitu. Why? Serius deh bro, kuliah di Teknik itu beratttt… bahkan bisa lebih berat daripada menahan rindu! hehehe.

Ada banyak tantangan dan suka duka yang bakalan di alami selama tahun-tahun perkuliahan hingga lulus. Nah, buat teman-teman yang saat ini berniat masuk jurusan Teknik Sipil atau Teknik lainnya selepas jenjang sekolah menengah atas atau kejuruan, baca dulu deh ulasan berikut ini tentang serba-serbi dunia Teknik.

1. Perihal Salah Pilih Jurusan

Mulanya, saya pikir cuma saya saja yang ngerasa salah masuk jurusan, ternyata ada juga mahasiswa lain yang merasakan hal sama. Mungkin ini salah satu dampak dari keterlambatan saya menyadari apa minat dan bakat yang ada pada diri saya sendiri, selain itu juga kemampuan adalah alasan lain yang membuat mahasiswa Teknik jadi merasa salah masuk jurusan.

Kemampuan disini tidak hanya masalah materi atau uang buat kuliah ya gaes, tapi juga otak. Ya, secara kuliah di Teknik yang masuk dalam bidang ilmu eksakta memang banyak memerlukan kerja otak, mulai dari hitung-hitungan, hafalan, rumus dan juga pemahaman logika. Damn!

2. Pengalaman Ospek

Sebelum benar-benar aktif kuliah, biasanya calon mahasiswa harus melewati Ospek terlebih dahulu. Jika dulu Ospek identik dengan perpeloncoan, kini tidak lagi. Untunglah sudah banyak perguruan tinggi yang mengubah sistem Ospek sehingga lebih terkesan manusiawi.

Saya sendiri melewati Ospek dengan aman dan lancar, namun tentu saja ada beberapa hal unik yang harus dilewati selama masa Ospek seperti diharuskan membawa barang-barang aneh dan gilanya lagi harus dikenakan saat Ospek, sebagai contoh topi purun, sapu lidi, papan nama yang digantung pada leher dan pita warna-warni.

Saya sendiri sampai sekarang nggak ngerti apa maksud dari semua ini. Belum lagi kegiatan minta TTD dari kakak senior yang terkadang harus melewati ujian terlebih dahulu, mulai dari disuruh nyanyi, joget sampai disuruh ngasih pujian buat si kakak senior, asem tenan!

3. Jiwa Yang Ditempa Menjadi Lebih Tangguh

Seiring berjalannya waktu, kuliah di Teknik membuat saya jadi lebih tangguh, terutama dalam hal mental. Yang dulunya merasa grogi saat harus berbicara di depan orang banyak, kini sudah mulai berkurang akibat seringnya presentasi tugas kelompok di depan kelas.

Pada suatu waktu, saya sebagai mahasiswa juga dituntut untuk bisa mengurus berbagai hal terkait kegiatan kuliah, tugas, pekerjaan, acara dan lainnya kepada orang lain atau instansi, sehingga hal ini juga turut membentuk jiwa yang mandiri.

4. Mengerti Akan Arti Kerja Keras

Salah satu hal yang nggak akan saya lupakan selama kuliah di Teknik adalah saat dimana menyusun skripsi atau Tugas Akhir. Rasanya berat banget bro… sampai-sampai saya pernah bilang dalam hati kaya gini “seandainya saya bisa nyelesaian skripsi ini, rasanya melewati ujian apapun bakal saya libas!” lebay banget nggak sih??? Tapi beneran deh, selesai sidang skripsi dan bisa lulus di Teknik, saya jadi ngerti apa arti kerja keras.

Gimana enggak? ngerjain Tugas Akhir mahasiswa Teknik itu sulit lho. Kalau jurusan lain mungkin bisa ngerjain skripsi cukup dengan praktikum lalu dilanjutkan dengan bikin ketikan skripsi dari BAB 1-5, di Teknik nggak cukup hanya itu bro. Perlu praktikum, desain gambar, perhitungan, uji coba, laporan bahkan ada juga yang harus dilengkapi dengan maket seperti Teknik Arstiketur misalnya. Badai pokoknya!

5. Tugas Kuliah Yang Setumpuk

Ada beraneka ragam bentuk tugas mahasiswa Teknik, mulai dari soal yang kelihatannya sedikit tapi jawabannya bisa berlembar-lembar kertas, kuis, paper, laporan praktikum, makalah, desain gambar, maket sampai Tugas Besar yang pengerjaannya bisa mulai awal hingga akhir semester.

6. Jam Tidur Mulai Tidak Teratur

Saking banyaknya tugas yang ada, sampai-sampai harus mengorbankan jam tidur. Awal-awal memang terasa berat, tapi lama-lama jadi biasa. Bahkan terkadang pas lagi banyak tugas dan dekat dengan waktu deadline, bisa tidur 1-2 jam saja sudah syukur banget.

7. Mau Tidak Mau Harus Bisa Gambar

Yang namanya kuliah di Teknik memang dituntut harus bisa gambar, ya… nggak harus jago-jago amat sih kecuali kalau kamu kuliah di Teknik Arsitektur. Tapi, rata-rata jurusan Teknik harus punya basic gambar. Misalkan nggak jago gambar manual, setidaknya harus bisa menggunakan aplikasi menggambar seperti Autocad.

8. Basecamp Khusus Anak Teknik

Mahasiswa teknik juga sering dapat tugas kelompok karena memang untuk dunia kerja yang sesuai dengan jurusan, seorang engineer memang dituntut untuk bisa bekerjasama dengan berbagai pihak atau orang lain. Makanya, dari kuliah sudah dibiasakan untuk kerja tim.

Dari kerja tim ini, karakter seseorang bisa kelihatan lho, dari yang si rajin, si pintar hingga si pemalas bisa ketahuan dengan adanya tugas kelompok. Nah, untuk memudahkan pengerjaan tugas kelompok inilah, paling tidak anak Teknik punya basecamp khusus, bisa di kost, student center atau perpustakaan.

9. Rela Mengejar TTD Dosen

Jika para fans fanatik artis rela antri dan mengejar TTD artis idolanya, maka anak Teknik harus merasa puas dengan mengejar TTD dosen. Ya, demi bisa dapat TTD dosen, kadang harus rela menunggu berjam-jam hingga menempuh jarak yang jauh. Ini cuma salah satu pengorbanan anak Teknik gaes. Mau kamu jurusan Teknik Sipil, Arsitek, Mesin, Kimia atau lainnya, kayanya hampir sama deh kalau soal ini.

10. Minggu Tenang? It’s Hoax!

Menjelang ujian akhir semester, biasanya ada istilah Minggu Tenang, dimana pada waktu ini aktivitas perkuliahan tidak ada. Tapi percayalah! Minggu Tenang tidak seperti seindah yang terdengar. Nyatanya, minggu tenang justru jadi waktu paling sibuk untuk menyelesaikan berbagai tugas yang deadline-nya sebelum ujian di mulai.

Jadi jangan heran jika di minggu tenang, mahasiswa Teknik masih belum bisa sepenuhnya menikmati masa libur. Bahkan yang paling parah, ada saja dosen yang tega mengisi waktu minggu tenang dengan kegiatan kuliah. Oh Noooo…!!!

Setiap jurusan memiliki ceritanya masing-masing. So buat teman-teman yang mau berbagi pengalaman dan ceritanya yuk tinggalin jejak pada kolom komentar di bawah ini!

Gambar utama via pixabay.com

1 Des 2018

8 Hal Menyenangkan yang Bisa Kamu Dapatkan Saat Kuliah Di Jurusan Teknik

kuliah di teknik sipil
Menjadi mahasiswa Teknik, tidak melulu seputar hal-hal yang menyedihkan ko’ gaes! Memang sih masalah kuliahnya yang keras karena harus menghadapi berbagai tugas, mulai dari jadwal kuliah yang padat, tugas praktikum, Tugas Besar (TB), laporan, makalah dan sebagainya, seringkali membuat kepala pening tujuh keliling.

Namun, dibalik semua itu, ada beberapa hal menyenangkan yang bisa kamu dapatkan saat menjadi mahasiswa Teknik. Setidaknya, 8 hal ini bisa kamu jumpai di kampus Teknik. Apa aja sih? Yuk intip!

1. Gudangnya Cowok Ganteng

Bagi sebagian jurusan Teknik, mahasiswanya memang mayoritas adalah laki-laki, seperti Teknik Mesin, Teknik Pertambangan atau Teknik Sipil. Jadi, tidak heran jika di Kampus Teknik banyak cowok-cowok ganteng.

Nah, kebetulan saya dulu kuliah di kampus Teknik yang masih tergabung dalam beberapa jurusan. Sebuah hal menyenangkan bagi mahasiswi seperti saya, kalau pas lagi bĂȘte kuliah bisa penyegaran mata dengan lihat cowok-cowok ganteng. Saking terkenalnya kampus Teknik dengan mahasiswanya yang ganteng, sampai-sampai fakultas lain juga bilang kaya gitu.

2. Lapangan Kerja Luas

Kuliah di Teknik memang terkadang tidak sepopuler jika kuliah di jurusan terkenal seperti kedokteran. Tapi perlu diketahui bahwa lapangan kerja yang bisa dimasuki oleh engineer ini luas. So, bergembiralah buat kamu para calon lulusan Teknik.

Salah satu jurusan seperti misalnya Teknik Sipil, bisa bekerja pada perusahaan, kontraktor atau bisa juga bekerja pada dinas seperti Dinas Pekerjaan Umum. Jika ingin bekerja secara freelance juga tidak masalah, sebut saja dari jurusan Teknik Arsitektur, dengan bakat dan keahlian menggambar bisa membuka peluang kerja berupa terima jasa desain gambar.

3. Terlihat Keren

Entah mengapa, pada sebagian orang ada yang menganggap mahasiswa atau mahasiswi Teknik itu keren. Ini bukan hoax ya! Terbukti dulu, salah satu kakak kost saya yang dari jurusan MIPA beranggapan demikian, katanya sih kalau orang bisa ng’gambar atau desain itu keren.

Yaaah… meski terkadang mahasiwa Teknik itu keadaannya kadang kucel, dekil dan tidak terawat akibat sibuk begadang ngerjain tugas, pada saat tertentu pula bisa jadi terlihat keren dan memesona kok! Apalagi kalau udah mandi hehe…

4. Bisa Magang Di Perusahaan Besar

Saat berada pada semester akhir, biasanya mahasiswa Teknik diharuskan magang. Nah, enaknya nih kita bisa milih ingin magang dimana, salah satunya di perusahaan besar.

Jika memenuhi kualifikasi atau kriteria yang dibutuhkan perusahaan, kita bisa ikut magang disana gaes. Asik banget bisa magang di perusahaan besar atau terkenal, selain dapat pengalaman dan ilmu, pastinya apa yang didapatkan selama magang bisa jadi bekal buat bekerja nanti.

5. Banyak Teman Dengan Latar Belakang Yang Berbeda

Di Teknik, kamu juga bisa menemui beragam orang dengan latar belakang yang berbeda. Bermacam karakter orang bisa kamu temui, ada yang pintar, cerewet, pendiam, culun, keren, ganteng dan masih banyak lagi.

Yang pasti nih, kalau lihat mahasiswa Teknik dan kamu belum terlalu kenal, jangan langsung nge-judge ya, karena dari pengalaman saya dulu, saya pernah tertipu dengan penampilan seseorang.

Jadi dulu sempat berpapasan dengan mahasiswa culun dari jurusan lain, saya sempat negative thingking gitu dan bilang “Ih apaan sih ni orang, cupu banget!” (tapi bilangnnya dalam hati lo yaa…) and then… selang beberapa waktu berlalu baru saya tau kalau tu orang pinter banget,,, saking pinternya IPK nya nyaris sempurna terus di tiap semester.

Benarlah kata pepatah ”Don’t judge poeple by the cover”!

6. Nggak Perlu Jaim

Untuk tugas lapangan atau proyek yang mengharuskan mahasiswa terjun langsung, tidak jarang membuat penampilan jadi kucel bahkan kotor, tapi itulah enaknya mahasiswa Teknik, penampilan kaya apapun ga masalah, ga perlu jaim atau takut dilihat tidak keren karena justru yang apa adanya lebih memikat!

7. Solusi Dibalik Setiap Masalah

Kuliah di Teknik juga mengajarkan banyak hal, terutama bagaimana mengatasi berbagai masalah dengan solusi berlandaskan ilmu pengetahuan. Hal ini pula yang akhirnya melatih diri saya untuk lebih kuat menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Ya, seperti ilmu Teknik, selalu ada solusi di setiap masalah.

8. Dekat Dengan Angka, Rumus Dan Hitung-hitungan

Bagi yang suka hitung-hitungan, rumus dan angka, masuk jurusan Teknik Sipil atau Teknik lainnya memang pas. Pasalnya selama kuliah, akan banyak dijumpai hal-hal yang berbau hitungan, rumus dan angka, seperti misalnya bagaimana menghitung kekuatan sebuah struktur, kemiringan bangunan dan lainnya.

Semuanya diperhitungkan secara rinci dan berdasarkan ilmu, nggak bisa sembarangan gaes. Kalau sembarangan, bukan hanya risiko nilai tugas yang anjlok, tapi juga menyangkut hidup orang banyak nih.

Kebayangkan gimana kalau misalnya nanti waktu kerja trus salah perhitungan bikin jembatan atau bangunan, yang ada bisa rubuh. Itulah kenapa pekerjaan seorang engineer itu tidak terlihat tapi sangat penting perannya bagi orang banyak.


Gambar utama via pixabay.com